Friday, December 24, 2010

Khutbah Nabi Mengenai Dajjal

Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: "Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal. Baginda telah bersabda: "Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya. Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin.

"Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.

"Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.

"Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.

"Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: "Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?" Orang Arab itu akan berkata: "Tentu." Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: "Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu."

"Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: "Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: "Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah." Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga."

Kata Rasulullah s.a.w lagi: "Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak me-ngakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.

"Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi.

"Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.

Dalam hadis yang lain, "di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur."

Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: "Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai."

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: "Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu.

Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi."

Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: "Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya: "Mengapa menangis?" Saya menjawab: "Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya." Rasulullah s.a.w berkata: "Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat."

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: "Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa."

Ada yang bertanya: "Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?" Rasulullah s.a.w menjawab: "Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu." Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: "Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?" Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan.

Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia: "Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?" Mereka semua menjawab: "Ya, kami ingin." Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.

Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: "Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas'ud dan kemudian membunuh Dajjal itu."

Dan menurut ceritanya setelah munculnya Dajjal hampir semua penduduk dunia menjadi kafir, yakni beriman kepada Dajjal. Menurut ceritanya orang yang tetap dalam iman hanya tinggal 12,000 lelaki dan 7,000 kaum wanita.

Wallahu A'lam.

Thursday, December 23, 2010

10 Mayat Tak Akan Reput

Disebutkan oleh hadith Rasulullah saw bahawa sepuluh orang yang mayatnya TIDAK BUSUK dan TIDAK REPUT dan akan bangkit dalam tubuh asal diwaktu mati:

1. Para Nabi

2. Para Ahli Jihad

3. Para Alim Ulama

4. para Syuhada

5. Para Penghafal Al Quran

6. Imam atau Pemimpin yang Adil

7. Tukang Azan

8. Wanita yang mati kelahiran/beranak

9. Orang mati dibunuh atau dianiaya

10.Orang yang mati di siang hari atau di malam Jumaat jika mereka itu dari kalangan orang yang beriman.

Penjelasan tentang Dosa

Atas Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

REFLEKSI TENTANG DOSA

1. Apakah dosa itu? Apa yang kami diajari , dosa adalah segala yang berlawanan dengan nurani.

2. Malaikat membimbingkan, kalau kita melakukan sesuatu dan hati kita merasa tidak nyaman dengan apa-apa yang kita lakukan, kita perlu waspada bahwa yang kita lakukan adalah sebuah dosa. Demikian pula jika kita takut membicarakan sesuatu yang melintas di hati, sesuatu yang kita pikirkan, atau sesuatu yang kita lakukan. Atau sesuatu itu kita sembunyikan dari orang lain karena kita dipenuhi rasa malu untuk membukanya.

3. Seorang yang benar adalah seorang jujur dan apa adanya dengan dirinya. Dirinya jernih sehingga Tuhan dapat melihat dirinya seperti kaca dan kristal yang cemerlang. Tak ada yang disembunyikannya dari Tuhan. Dia nyaman dengan dirinya sendiri. Dan
dia dapat menceritakan apapun tentang dirinya tanpa beban rasa malu dan khawatir karena benar itikad di dalam hatinya dan jernih pikirannya yang semuanya menghasilkan sikap dan perbuatan yang benar pula pada dirinya.

4. Ruhul Kudus mengajarkan kepada kami agar menghidupkan nurani sehingga malaikat dapat berbicara keras di dalam hati kami. Dimintanya kami tak bertoleransi dengan dosa dan kesalahan yang kami lakukan. Itulah jalan yang ditunjukkannya kepada kami di dalam pensucian .

5. Sebagai hamba Tuhan, kita mengenal dosa-dosa umum, yang dikenal oleh semua orang dari agama apapun. Berbohong, membenci, mendendam, mencuri, korupsi, memfitnah, khianat, membunuh adalah dosa yang telah kita ketahui semua. Semua
manusia ? beragama apapun dia? mengetahui bahwa perbuatan-perbuatan semacam itu adalah dosa yang harus dijauhi dan ditinggalkan. Dan sudah sewajarnya lah kita meninggalkan dosa-dosa semacam itu.

6. Ruhul Kudus mengajari kami untuk memotong dosa-dosa yang pernah kami lakukan dalam kehidupan kami sehari-hari. Ruhul Kudus juga mengajari kami untuk mengetahui kelemahan dan berhala-berhala pribadi yang menjadi akar dosa kami. Dalam pengajarannya, kami dibawanya untuk mengikis kelemahan dan ego kami demi penitian di Jalan Tuhan.

7. Atas dosa-dosa yang kami lakukan, Ruhul Kudus mengajarkan pengakuan dosa di Majelis Pertaubatan yang digelarnya. Inilah majelis pensucian yang dihadirkan Tuhan untuk umat manusia di zaman ini dan menjadi syariat pensucian di Surga-Nya.

8. Tak mudah pada awalnya bagi kami untuk menerima perintah pengakuan dosa karena perintah itu tak kami kenal di dalam ajaran Islam yang menjadi latar belakang kami. Kami bahkan melihat pengakuan dosa sebagai prosesi yang menjadi milik umat Katolik. Tetapi Tuhan membukakan mata hati kami untuk melihat esensi dari pengajaran yang sedang diturunkan-Nya dan kami pun kemudian lapang hati menjalaninya. Bahkan, kami sangat berbahagia setelah melaluinya dan sangat ingin agar setiap orang yang ingin bersuci dapat ikut merasakan kebahagiaan spiritual sebagaimana yang kami rasakan usai menjalani pengakuan dosa sebagaimana yang sedang diajarkan-Nya.

9. Di Majelis Pertaubatan, Ruhul Kudus mengajarkan kepada kami untuk mengakui semua dosa-dosa yang pernah kami lakukan di dalam hidup kami. Diajarkannya kami untuk lugas mengakuinya demi mendapatkan pengampunan dari Allah.

10. Seberapa kami dapat lugas dan jujur di dalam pengakuan dosa kami, sedemikian kesucian dan pensucian Allah yang diberikan kepada kami. Pencerahan spiritual adalah buah dari kerelaan kami menundukkan rasa malu dan diri kami dengan mengakui dosa yang disaksikan oleh Kaum keluarga sendiri yang menjadi saksi di Majelis Pertaubatan.

11. Melalui majelis pengakuan dosa, kami saling belajar dari pengakuan dosa yang dilakukan saudara kami. Setiap kali seorang diantara kami merintih kesakitan, terbata-bata, dan bercucuran air mata menghimpun keberaniannya untuk mengakui dosa yang sulit diakuinya, kami ikut tergetar secara spiritual dan kemudian terpicu untuk mengikuti keberaniannya. Sebaliknya, kala seorang mendapat teguran Ruhul Kudus karena membela diri atas dosa yang dilakukannya, kami pun belajar untuk tak melakukan kesalahan yang serupa.

12. Ruhul Kudus menjelaskan bahwa kemuliaan Tuhan diberikan-Nya pada orang-orang yang menyentuh sedikit dosa lagi tetap berendah hati di dalam kesuciannya. Tapi kemuliaan itu tak kurang besarnya pada pendosa yang bertaubat, bersungguh-sungguh mensucikan diri serta lapang hati menebus dosa-dosa yang telah dilakukannya. Dan pintu bagi para pendosa yang bertaubat itulah yang sedang dibukakan lebar-lebar oleh Tuhan.

13. Di dalam pengajaran Tuhan kami merasakan bahwa keberanian mengakui dosa-dosa yang menjadi sisi gelap kami dan mengalahkan harga diri kami ternyata dibayar tunai oleh Tuhan. Kami merasakan kelapangan pensucian yang luar biasa. Ibarat ruang gelap di dalam relung hati yang menjadi terang, ibarat batu besar yang terangkat dari badan, pengakuan dosa itu membawa pencerahan spiritual yang luar biasa.

14. Dan Ruhul Kudus mengajarkan kepada kami untuk bersumpah kepada Tuhan di hadapan kitab suci untuk berhenti dari dosa yang kami lakukan dan tak menyentuh dosa apapun lagi, baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan terpaksa. Itulah perangkat prosesi pengakuan dosa sebagaimana yang diajarkannya kepada kami.

15. Ruhul Kudus mengajarkan, sumpah adalah bahasa akhirat. Sumpah adalah tekad tertinggi yang dinyatakan kepada Tuhan yang melibatkan dunia dan akhirat. Sebagaimana uang menjadi alat transaksi di dunia, sumpah menjadi alat transaksi di akhirat. Sumpah yang baik mengikatkan pelakunya dengan para malaikat, sementara sumpah yang buruk dan sumpah yang dikhianati mengikatkan pelakunya dengan iblis.

16. Dengan sumpah tak menyentuh dosa, Ruhul Kudus mengajarkan kepada kami untuk bersungguh-sungguh menempuh pensucian kami. Itupun adalah sarana bagi para malaikat untuk semakin menyatu dan berkata-kata melalui nurani kami. Tanpa sumpah, tanpa kesediaan menempuh resiko, tak ada pensucian yang dapat mencapai kesucian hakiki sebagaimana yang diinginkan Tuhan.

17. Di dalam penjagaan kesucian, malaikat berkata-kata di dalam peristiwa derita dan keburukan yang kami alami. Malaikat juga menyampaikan pesan melalui peristiwa-peristiwa yang menghampiri kami. Di dalam pesannya, malaikat membisikkan dosa-

dosa yang harus kami hindari agar diri kami tak terjerumus pada keburukan yang lebih besar. Itulah penjagaan malaikat di dalam kehidupan kami sehari-hari.

18. Apakah kami mendengarkan suara malaikat yang menyampaikan pesan melalui nurani ataukah lebih memilih untuk memperturutkan hawa nafsu dan ego kami, semua kembali kepada diri kami. Itulah ujian Tuhan yang akan terus kami (dan kita)
hadapi sampai akhir hayat nanti.

19. Selain pengakuan dosa di majelis dan sumpah untuk tak menyentuh dosa, prosesi pertaubatan sebagaimana yang diajarkan Ruhul Kudus adalah pensucian api. Inilah syariat di Surga yang juga merupakan penggenapan nubuah Tuhan di dalam Kitab Suci-Nya.

20. Ada orang yang hanya disucikan dengan api bagian ubun-ubun di kepalanya. Bagi yang telah diperkenankan Tuhan, pensucian api itu meliputi seluruh tubuh. Itulah proses pensucian yang berat bagi siapapun yang menjalaninya. Tapi itulah syariat Surga yang sedang dinyatakan Tuhan dan itulah prosesi pengembalian iblis di dalam tubuh kembali ke habitatnya. Api kembali ke api, itulah salah satu makna pensucian api.

21. Pensucian api bukanlah sebuah atraksi atau permainan. Tak ada pertunjukan kesaktian karena api itu tetap panas. Tak ada penyiksaan dan penistaan karena semua itu adalah pensucian. Setiap orang dapat berhenti kapan pun jika tak sanggup melaluinya. Dan telah terbukti tak ada satupun diantara Kami, baik laki-laki, perempuan, anak muda, maupun orang tua, yang celaka ketika melaluinya. Inilah upacara suci, konfrontasi dengan bayangan ketakutan besar di dalam diri yang sedang diajarkan Tuhan.

22. Prosesi pensucian api mengajarkan hikmah kepada kami untuk menghadapi ketakutan-ketakutan terbesar kami. Kami sangat khawatirkan api akan menyakiti dan merusak diri kami. Ketika kami menyelesaikan pensucian api dengan selamat, kami sadar bahwa sebagian besar ketakutan dan kekhawatiran terbesar kami hanya berada di dalam pikiran kami. Dan kami pun sadar, kondisi semacam itu sesungguhnya banyak terjadi di dalam hidup kami.

23. Prosesi pensucian api mengajarkan kami untuk berani menghadapi masalah dan kenyataan sehari-hari. Bayangan kekhawatiran dan ketakutan tak boleh menguasai diri kami dan membuat kami lari dari masalah nyata yang harus kami hadapi. Kami telah belajar bahwa berani menghadapi masalah adalah satu-satunya cara paling sehat bagi perkembangan spiritual kami. Sebab, sebagian besar bayangan kekhawatiran dan ketakutan itu hanya ada di dalam pikiran kami.

24. Pada awalnya kami mengira bahwa pengakuan dosa itu cukup sekali saja kami lalui. Tetapi ternyata Ruhul Kudus berkali-kali menggelar majelis pengakuan dosa yang harus kami jalani. Menjalani pengakuan dosa yang kedua tentu saja berbeda dengan pengakuan dosa yang pertama, dan ternyata pengakuan dosa itu tak lebih ringan karena dosa memang selalu menjadi beban bagi jiwa kami.

25. Pengakuan dosa pertama adalah sebuah lompatan besar dalam kehidupan spiritual kami. Selain mengangkat beban kegelapan dari dasar hati, prosesi itu telah memangkas banyak dosa besar yang pernah kami lakukan. Tapi sejak pengakuan dosa yang pertama itu kami sadar bahwa kami tak cukup baik di hadapan Tuhan. Ternyata diri ini tak mampu memenuhi sumpah kami untuk tak menyentuh dosa dengan sempurna. Masih ada dosa-dosa lama yang telah kami akui dan tekadkan untuk berhenti yang terulang kembali walaupun intensitasnya jauh lebih rendah dari sebelumnya.

26. Mengakui dosa yang sebelumnya telah diakui dan ternyata berulang lagi adalah sebuah beban yang sangat berat dan memalukan. Ruhul Kudus mengajarkan dan kami belajar bahwa pengakuan dosa itu tak memalukan, tetapi sesungguhnya dosalah yang mempermalukan diri kami. Pengakuan dosa yang berulang itu memaksa kami waspada untuk menjaga diri dari dosa sehingga dosa itu tak mempermalukan kami di majelis pengakuan dosa yang selanjutnya.

27. Ketika Majelis Pertaubatan itu digelar untuk kesekian kalinya, kami semakin sadar bahwa tak ada jalan lain bagi kami selain memperkuat tekad untuk memotong dosa-dosa kami. Setelah dapat meninggalkan dosa-dosa yang nyata, prosesi pertaubatan
yang berulang itu juga membuat kami belajar untuk meningkatkan kualitas pengakuan dosa kami.

28. Semakin lama kami semakin belajar mengakui dosa-dosa yang lebih tipis, dosa samar, dosa-dosa pikiran, dosa-dosa lintasan hati yang belum terlahir menjadi perbuatan. Semua itu sesuai dengan pengajaran Ruhul Kudus yang menginginkan agar hati kami benar, pikiran kami benar, demikian pula sikap dan perbuatan kami

Sepuluh Jenis Seksaan Yang Menimpa Wanita

Siksaan ini diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW ketika melalui peristiwa Israk dan Mikraj, membuatkan Rasulullah menangis setiap kali mengenangkannya.

Dalam perjalanan itu, antaranya Baginda diperlihatkan (1) perempuan yang digantung dengan rambut dan otak di kepalanya mendidih. Mereka adalah perempuan yang tidak mahu melindungi rambutnya daripada dilihat lelaki lain.

Seksaan lain yang diperlihatkan Baginda ialah (2) perempuan yang digantung dengan lidahnya dan (3) tangannya dikeluarkan daripada punggung dan (4) minyak panas dituangkan ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang suka menyakiti hati suami dengan kata-katanya.

Baginda juga melihat bagaimana (5) perempuan digantung buah dadanya dari arah punggung dan air pokok zakum dituang ke dalam kerongkongnya. Mereka adalah perempuan yang menyusui anak orang lain tanpa keizinan suaminya.

Ada pula (6) perempuan diikat dua kakinya serta dua tangannya sampai ke ubun dan dibelit beberapa ular dan kala jengking. Mereka adalah perempuan yang boleh solat dan berpuasa tetapi tidak mahu mengerjakannya, tidak berwuduk dan tidak mahu mandi junub. Mereka sering keluar rumah tanpa mendapat izin suaminya terlebih dulu dan tidak mandi iaitu tidak bersuci selepas habis haid dan nifas.

Selain itu, Baginda melihat (7) perempuan yang makan daging tubuhnya sendiri manakala di bawahnya ada api yang menyala. Mereka adalah perempuan yang berhias untuk dilihat lelaki lain dan suka menceritakan aib orang lain.

Baginda juga melihat (8) perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting dari neraka. Mereka adalah perempuan yang suka memasyhurkan diri sendiri supaya orang melihat akan perhiasannya.

Seksaan lain yang dilihat Baginda ialah (9) perempuan yang kepalanya seperti kepala :censored: dan badannya pula seperti keldai. Mereka adalah perempuan yang suka mengadu domba dan sangat suka berdusta.

Ada pula perempuan yang Baginda nampak yang (10) rupanya berbentuk anjing dan beberapa ekor ular serta kala jengking masuk ke dalam mulutnya dan keluar melalui duburnya. Mereka adalah perempuan yang suka marah kepada suaminya dan memfitnah orang lain.

Wallahualam

Keadaan Manusia Di Padang Mahsyar

BAGAIMANAKAH cara manusia ke Padang Mahsyar? Bagi menjelaskan perkara ini, Allah berfirman pada ayat 86, Surah Mariam; ayat 102, Surah Taha dan ayat 97, Surah al-Isra'. Ayat itu maksudnya menyatakan bahawa cara manusia ke Padang Mahsyar ada tiga bahagian:

Orang yang pergi dengan berkenderaan iaitu orang bertakwa.

Orang yang berjalan kaki dan keadaan muka mereka biru keruh, kerana hati masing-masing sebak dengan kedukaan, iaitu orang yang mati dalam keadaan berdosa.

Orang yang berjalan dengan mukanya, sambil matanya tidak dapat melihat sesuatu yang menyukakannya. Lidahnya tidak dapat menuturkan hujah atau alasan yang boleh diterima daripadanya dan telinganya tidak dapat mendengar perkara yang menyenangkan hatinya.

Mereka ialah orang yang pada masa hidup di dunia tidak berusaha menggunakan matanya, lidahnya dan telinganya untuk mencapai kebahagiaan akhirat.

Cara itu diterangkan pula oleh Rasulullah SAW dalam hadis berikut:

Daripada Abu Hurairah, katanya, Rasulullah bersabda bermaksud:

"Manusia yang dihimpunkan ke Padang Mahsyar pada hari kiamat adalah tiga golongan.

"Pertama golongan yang berjalan kaki; kedua, golongan berkenderaan dan ketiga, golongan yang berjalan dengan (berkakikan) mukanya."

Sahabat bertanya: "Ya Rasulullah! Bagaimana mereka dapat berjalan dengan mukanya?" Baginda menjawab: "Sesungguhnya Tuhan yang telah menjadikan mereka boleh berjalan dengan kaki, berkuasa menjadikan mereka berjalan dengan muka mereka." (Hadis riwayat at-Tarmizi).

Bagaimana pula keadaan manusia ketika pergi dan berada di Padang Mahsyar?

Allah berfirman yang bermaksud: "Dan demi sesungguhnya! Kamu sekarang telah datang kepada Kami dengan keadaan sebatang kara seperti keadaan Kami ciptakan kamu keluar dari perut ibu kamu dulu, tidak berkain baju, tidak berkasut, tidak berkhatan dan tidak berharta benda." (Surah al-An'am, ayat 94).

Dan firman-Nya lagi pada ayat 29 Surah al-A'raf, maksudnya: "Sebagaimana Tuhan telah mulakan penciptaan kamu dengan keadaan yang tertentu, maka demikianlah pula kamu bangkit hidup kembali kepada Tuhan."

Mengenai keadaan yang disebut itu, Rasulullah menerangkan dalam hadis berikut:

Daripada Ibn Abbas, katanya, Rasulullah berdiri berucap kepada kami, sabdanya: "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya kamu dihimpunkan di Padang Mahsyar dengan keadaan berkaki ayam, bertelanjang dan berkulup." (Kemudian Baginda membaca firman Allah bererti: Seperti Kami ciptakan manusia pada mulanya, demikian pula Kami ulangi ciptaannya, itulah janji yang sesungguhnya Kami akan lakukan) Ketahuilah! Sesungguhnya orang yang mula-mula sekali diberi pakai pakaian pada hari kiamat ialah Ibrahim al-Khalil." (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

Daripada Aisyah, bahawa Nabi bersabda: "Dihimpunkan manusia di Padang Mahsyar pada hari kiamat dengan keadaan berkaki ayam, bertelanjang dan berkulup." Aisyah berkata: "Ya Rasulullah! adakah orang perempuan dan lelaki semuanya melihat satu sama lain?" Nabi menjawab: "Wahai Aisyah! Kedahsyatan keadaan pada masa itu menghalang masing-masing daripada melihat satu sama lain." (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

Pada satu riwayat oleh al-Nasa'i dan al-Haakim daripada Aisyah, katanya: Aku bertanya: "Ya Rasulullah! Bagaimana pula keadaan aurat?" Nabi menjawab: "Tiap-tiap seorang pada masa itu cukup sibuk dengan hal menjaga keselamatan dirinya saja."

Maksud dua hadis itu ialah Rasulullah menerangkan bahawa manusia akan ke Padang Mahsyar dengan keadaan sebagaimana Tuhan menjadikan mereka keluar dari perut ibu dulu - tidak berpakaian, tidak berkasut dan tidak berkhatan.

Mendengarkan keterangan itu, Saidatina Aisyah bertanya: "Bagaimana hal aurat masing-masing ya Rasulullah! Adakah orang lelaki dan perempuan memandang satu sama lain?"

Rasulullah menjawab: "Wahai Aisyah! Kedahsyatan huru-hara kiamat menghalang manusia dari memandang satu sama lain, usahkan hendak memerhatikan aurat, tiap-tiap seorang pada masa itu cukup sibuk dengan hal menjaga keselamatan dirinya saja.”

Nabi Muhammad menerangkan lagi bahawa orang yang mula-mula sekali diberi memakai pakaian antara makhluk yang ramai itu ialah Nabi Ibrahim.

Bacalah Yassin

RASULULLAH s.a.w telah bersabda yang bermaksud: "Bacalah surah Yassin
kerana ia mengandungi keberkatan", iaitu:

1. Apabila orang lapar membaca surah Yassin, ia boleh menjadi kenyang.

2. Jika orang tiada pakaian boleh mendapat pakaian.

3. Jika orang belum berkahwin akan mendapat jodoh.

4. Jika dalam ketakutan boleh hilang perasaan takut.

5. Jika terpenjara akan dibebaskan.

6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.

7. Jika tersesat boleh sampai ke tempat yang ditujuinya.

8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.

9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.

10. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada penyakitnya.

11. Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati al-Quran itu ialah Yassin. Sesiapa membaca surah Yassin,nescaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali. "

12. Sabda Rasulullah s.a.w lagi, "Apabila datang ajal orang yang suka membaca surah Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris bersama Malaikat Maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan jenazahnya".

13. Malaikat Maut tidak mahu memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca Yassin sehingga datang malaikat Redwan dari syurga membawa minuman untuknya.Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil.

14. Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: "Sesiapa bersembahyang sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surah Yassin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya dihadapannya
pada hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya ditangan kanan dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya. "

Sinar Cahaya Ayat Kursi

Dlm sebuah hadis, ada menyebut perihal seekor syaitan yg duduk diatas pintu rumah. Tugasnya ialah utk menanam keraguan di hati suami terhadap kesetiaan isteri di rumah dan keraguan dihati isteri terhadap kejujuran suami di luar rumah. Sebab itulah Rasulullah tidak akan masuk rumah sehinggalah Baginda mendengar jawaban salam daripada isterinya. Disaat itu syaitan akan lari bersama-sama dengan salam itu.

Hikmat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-hadis:
1) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Allah SWT mewakilkan dua orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

2) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, dia akan berada dlm lindungan Allah SWT hingga sembahyang yang lain.

3) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang,tidak menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah SWT memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah jirannya dan ahli rumah-rumah disekitarnya.

4) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap2 sembahyang fardhu, Allah SWT menganugerahkan dia setiap hati orang yg bersyukur,setiap perbuatan orang yg benar,pahala nabi2 serta Allah melimpahkan padanya rahmat.

5) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah SWT mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya - mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.

6) Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah SWT akan mengendalikan pengambilan rohnya dan dia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Allah sehingga mati syahid.

7) Barang siapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam kesempitan nescaya Allah SWT berkenan memberi pertolongan kepadanya.